Jumat, 16 Oktober 2009

Sinetron HIV-- Sebuah Kritik

Dimuat di Rubrik Suarapublika, Harian Republika (29 Juli 2006)

Tayangan sinetron HIV yang salah satunya dibintangi aktor ternama Gunawan di Trans TV ini sangat menarik untuk dicermati. Sayang penayangan sinetron tersebut tergolong berani karena idenya sangat berlawanan dengan mainstream masyarakat kita yang religius. Secara tersirat, sinetron ini membawa pesan bagi kita semua bahwa penderita HIV adalah manusia biasa sebagaimana kita. Mereka layak hidup normal dan berhak mendapatkan ruang gerak di setiap lini kehidupan.

Ini sangat berbahaya bila dibiarkan. Mengapa? Kita akan dibawa pada satu pola pikir humanisme dan moralitas semata tanpa kita memikirkan aspek lain. Sebab, faktor utama terinfeksinya seseorang sehingga akhirnya positif mengidap virus HIV tidak lain disebabkan oleh gaya hidup free sex.

Sayangnya sinetron ini sengaja mengaburkan penyebab utama HIV tersebut. Atau memang sengaja ingin melanggengkan free sex? Jika memang demikian, kita harus waspada. Pemerintah sudah seharusnya menyetop semua ruang yang bisa menyuburkan benih free sex. Jika tidak, selain penderita HIV semakin menjamur, negeri kita juga akan semakin tidak bermartabat karena sebagai negeri yang religius secara tidak langsung telah melegalkan gaya hidup ala binatang.

Tidak ada komentar: